Powered By Blogger

Selasa, 01 Maret 2011

Cara Menghindari Kebotakan

6 cara menghindari kebotakan
Berbagai cara dilakukan orang untuk mencegah kerontokan rambut dan kebotakan. Tapi para ahli merekomendasikan beberapa cara sederhana bila Anda tak ingin botak, yaitu makan kacang dan jangan tinggalkan sarapan.
Kabar baik bagi pria yang takut botak bahwa para ilmuwan telah menemukan penyebab kebotakan, yaitu adanya gen yang menyebabkan kegagalan produksi dan perkembangan sel-sel rambut.
Tapi sayangnya, belum ada cara pengobatan yang benar-benar efektif untuk mengatasinya. Selain itu, sementara gen memainkan peran utama dalam kerontokan rambut, banyak pria tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-harinya dapat memperburuk masalah kebotakan.
Dilansir Dailymail, ahli bedah restorasi rambut dari Inggris memberikan beberapa langkah sederhana untuk membantu mengurangi kerontokan rambut, yaitu:
1. Jangan lewatkan waktu sarapan
Rambut terdiri dari keratin, yaitu zat yang memberinya kekuatan. Terlalu sedikit protein akan mempengaruhi tingkat keratin, sehingga menyebabkan rambut kehilangan tenaga dan berhenti tumbuh.
“Sarapan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan protein dalam tubuh, dengan makanan seperti ikan, telur, ayam, daging merah,” kata Philip Kingsley, konsultan trichologist.
2. Makan kacang-kacangan
Kurangnya zat besi bisa menyebabkan rambut rontok. Jika Anda tidak memiliki cukup zat besi, maka kadar feritin akan turun, yang merupakan molekul penyimpan zat besi dalam tubuh.
Hal ini pada gilirannya akan mengganggu pertumbuhan rambut normal dan meningkatkan kerontokan rambut. Makan makanan kaya zat besi seperti kacang-kacangan, daging merah, sayuran hijau tua dan buah-buahan kering, ini akan membantu mengurangi rambut rontok berlebihan.
3. Berhenti merokok
Penelitian menunjukkan bahwa rokok juga bisa memicu kerontokan rambut. Hal ini karena rokok dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan merusak suplai darah ke folikel rambut. Maka berhenti merokok adalah salah satu cara untuk mencegah kebotakan.
4. Rileks
Memiliki kelebihan hormon laki-laki mungkin tidak terdengar seperti hal yang buruk, tetapi testosteron dan dihidrotestosteron (DHT) dapat memiliki efek buruk pada bagian-bagian tertentu dari folikel rambut.
Hormon tersebut meresap ke batang rambut dan menyebabkan rambut menjadi lebih tipis. Setelah rambut menyusut, dengan diameter tertentu akan berhenti tumbuh sepenuhnya. Ketika pria sedang stres, tubuh akan memproduksi hormon lebih banyak dan cenderung membuat rambut rontok. Jadi cobalah untuk rileks.
5. Jangan menyisir dengan keras
Menyisir rambut dengan keras dapat menggaruk kulit kepala dan menarik rambut keluar dari akar serta merusak folikel rambut. “Sangat penting untuk merawat kulit kepala dengan lembut ketika keramas, dan jangan menarik-narik rambut Anda dengan sikat atau sisir,” kata Dr Bessam Farjo, ahli bedah restorasi rambut dari
Manchester.
6. Jangan mewarnai rambut
Studi juga menunjukkan bahwa pewarna yang berisi bahan kimia para-phenylenediamine (PPD) dapat menyebabkan reaksi alergi parah dan
dermatitis, yang dapat menyebabkan kerusakan pada folikel kulit kepala dan rambut.

Sumber - Majalah Kesehatan

Apa yang perlu dihindari dalam merawat kulit

Yang perlu dihindari dalam merawat kulit
Gula
Saat kulit mengalami penuaan, makanan yang mengandung gula atau makanan bertepung yang memecah untuk membentuk gula harus dimusuhi. Memang ada beberapa sayuran dan buah beri yang mengandung gula alami, tetapi manfaatnya mengalahkan sisi negatifnya. Menurut Dr Perricone dan ahli dermatologi lain, Dr Fredric Brandt, gula memproduksi bahan “pembalas” peradangan dalam kolagen, yang menyebabkan peleburan dan pengerasan helaian kolagen.
Cegah Penuaan dengan hormone
Penuaan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Secara umum terjadi penurunan hormon pada usia 30 an dan terjadi penurunan massa otot yang dikenal dengan sarcopenia. Namun proses penuaan ini dapat dicegah, ditunda dan diobati, seperti penyakit lain. Tak percaya? simak ulasannya berikut ini.
Bila tubuh tidak melakukan olahraga latihan beban, atau terapi hormon, maka secara alamiah tubuh akan kehilangan kira-kira 2 sampai 3 kilo jaringan otot setiap dekade. Karena otot adalah mesin tubuh kita, kehilangan massa otot akan memberikan dampak yang besar terhadap kemampuan fisik dan juga kemampuan fungsional.
Esensinya, mesin tubuh ibarat turun dari 8 silinder menjadi 6 silinder menjadi 4 silinder. Karena ukuran mesin berhubungan sangat erat dengan penggunaan bahan bakar, maka mudah dipahami mengapa massa otot yang lebih sedikit menyebabkan terjadinya penurunan metabolic rate. Kehilangan massa otot sangat bertangggung jawab terhadap pengurangan resting metabolisme 2- to 5-percent-per-decade.
Hasil yang jelas dari semakin berkurangnya massa otot dan penurunan metabolisme adalah penambahan berat badan secara gradual, kira-kira 5 kilogram perdekade.
Akibat penurunan massa otot turun, maka tiga fungsi utama otot yakni bentuk , gerak, dan pembakaran kalori berkurang. Artinya, bentuk badan menjadi lebih jelek. Ini wajar, karena yang membuat bentuk tubuh menjadi indah dan enak dilihat adalah otot dan bukan lemak.
Lalu pergerakan menjadi lebih lambat dan ini pun wajar, karena mesin yang menghasilkan energi untuk bergerak adalah otot. Kalau kapasitas mesin turun, otomatis pergerakan juga turun. Terakhir adalah orang akan mengalami kegemukan, mengalami masalah berat badan, dan semua konsekuensi akibat kegemukan.
Jadi solusi logis untuk menahan efek dari penurunan Growth Hormone adalah mengembalikan status hormon ini ke kadar kemudaan. Salah satu caranya adalah menggunakan terapi Growth Hormone.
Penelitian Dr. Daniel Rudman tahun 1990 menunjukkan, dari 21 pria dan wanita berusia 61-81 tahun yang diberi suntikan hormone pertumbuhan ( HGH, Human Growth Hormone ) selama 2 bulan, mengalami perbaikan kondisi tubuh.
Rata rata para pria yang diteliti tersebut mengalami kenaikan massa otot sebanyak 8 kilogram dan mengurangi massa lemak sebanyak 14 kg. Nilai laboratorium, massa otot, massa lemak, ketebalan kulit dan kepadatan tulang mereka, seperti 10 tahun sebelumnya.
Kesimpulannya, proses penuaan dapat dicegah, ditunda dan diobati, seperti penyakit lain. Bila Anda melihat binaragawan yang menjalankan hidup sehat, maka Anda melihat tubuh mereka memiliki kapasitas seperti usia muda, latihan beban yang mereka lakukan ternyata membantu mempertahankan massa otot dan membantu mengurangi masalah yang dtimbulkan akibat berkurangnya massa otot.

Sumber - Majalah Kesehatan

Cara Merawat Kulit Yang Benar

Kesalahan yang biasa dilakukan didalam merawat kecantikan

Terkadang, Anda sudah merasa melakukan semua perawatan kecantikan dengan benar. Namun, seringkali, ada beberapa kesalahan yang biasa dilakukan wanita dalam perawatan kecantikan. Apa saja?
1. Model potongan rambut yang monoton
Tentu, mempertahankan model potongan rambut selama bertahun-tahun tak tepat. Sebaiknya, lakukan perubahan kecil pada potongan rambut agar penampilan Anda lebih segar secara keseluruhan.
2. Kurang tidur
Tidur sangat penting untuk kulit. Selama tidur, enzim-enzim perbaikan bekerja memperbaiki kerusakan, mengurangi toksin dan mendistribusikan nutrisi ke sel-sel tubuh.
3. Terlalu menghindari lemak
Kekurangan asupan lemak dapat menyebabkan kulit jadi kering, bersisik, dan rambut bercabang. Anda dapat mengonsumsi lemak nabati untuk mendapatkan kulit indah tanpa mengorbankan bentuk tubuh.
4. Lupa berolahraga
Olahraga tak hanya baik bagi tubuh, tetapi juga membuat kulit berseri karena meningkatnya aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk kulit.
5. Mengabaikan kebersihan alat kecantikan
Kuas atau spons bedak yang kotor akan menumpukkan kuman pada wajah kulit dan menimbulkan jerawat. Bersihkan 2 minggu sekali dengan menggunakan air suam-suam kuku.
6. Salah menggunakan kosmetik
Kebiasaan memakai kosmetik kadaluarsa, mengambil kosmetik dengan jari, atau memasukkan kembali sisa kosmetik yang berlebih dapat menyebabkan jerawat dan iritasi kulit. Jadi, buang semua produk yang sudah berubah warna, tekstur dan aromanya. Usahakan menyentuh produk dengan menggunakan
cotton buds atau kapas. Atau tuangkan sedikit ke telapak tangan, baru kemudian dioleskan ke wajah.
7. Tidur tanpa membersihkan make up
Make up yang tidak dibersihkan dapat menyumbat pori, menimbulkan jerawat, dan iritasi pada mata. Kulit butuh waktu untuk memperbarui sel-sel. Tetapi karena pori-pori tersumbat,
proses ini menjadi terhambat, sehingga membuat kulit menjadi kusam.
8. Mandi lama dengan air panas
Kedengarannya menyenangkan, tetapi ini dapat membuat kulit jadi kering. Batasi waktu mandi hanya selama kurang lebih 3 menit dengan suhu air yang tak terlalu panas. Selalu gunakan pelembab segera setelah mandi untuk mencegah kulit jadi kering.
9. Menyemprotkan parfum di pergelangan tangan
Jika Anda mengenakan arloji atau gelang, maka wewangian akan berbaur dengan aroma dari aksesori Anda. Lebih baik, semprotkan parfum pada titik denyut nadi di leher, karena daerah ini lebih hangat dan akan membantu menyebarkan wewangian.

Sumber - Majalah Kesehatan

Merawat Kecantikan

Kesalahan yang biasa dilakukan didalam merawat kecantikan

Terkadang, Anda sudah merasa melakukan semua perawatan kecantikan dengan benar. Namun, seringkali, ada beberapa kesalahan yang biasa dilakukan wanita dalam perawatan kecantikan. Apa saja?
1. Model potongan rambut yang monoton
Tentu, mempertahankan model potongan rambut selama bertahun-tahun tak tepat. Sebaiknya, lakukan perubahan kecil pada potongan rambut agar penampilan Anda lebih segar secara keseluruhan.
2. Kurang tidur
Tidur sangat penting untuk kulit. Selama tidur, enzim-enzim perbaikan bekerja memperbaiki kerusakan, mengurangi toksin dan mendistribusikan nutrisi ke sel-sel tubuh.
3. Terlalu menghindari lemak
Kekurangan asupan lemak dapat menyebabkan kulit jadi kering, bersisik, dan rambut bercabang. Anda dapat mengonsumsi lemak nabati untuk mendapatkan kulit indah tanpa mengorbankan bentuk tubuh.
4. Lupa berolahraga
Olahraga tak hanya baik bagi tubuh, tetapi juga membuat kulit berseri karena meningkatnya aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk kulit.
5. Mengabaikan kebersihan alat kecantikan
Kuas atau spons bedak yang kotor akan menumpukkan kuman pada wajah kulit dan menimbulkan jerawat. Bersihkan 2 minggu sekali dengan menggunakan air suam-suam kuku.
6. Salah menggunakan kosmetik
Kebiasaan memakai kosmetik kadaluarsa, mengambil kosmetik dengan jari, atau memasukkan kembali sisa kosmetik yang berlebih dapat menyebabkan jerawat dan iritasi kulit. Jadi, buang semua produk yang sudah berubah warna, tekstur dan aromanya. Usahakan menyentuh produk dengan menggunakan
cotton buds atau kapas. Atau tuangkan sedikit ke telapak tangan, baru kemudian dioleskan ke wajah.
7. Tidur tanpa membersihkan make up
Make up yang tidak dibersihkan dapat menyumbat pori, menimbulkan jerawat, dan iritasi pada mata. Kulit butuh waktu untuk memperbarui sel-sel. Tetapi karena pori-pori tersumbat,
proses ini menjadi terhambat, sehingga membuat kulit menjadi kusam.
8. Mandi lama dengan air panas
Kedengarannya menyenangkan, tetapi ini dapat membuat kulit jadi kering. Batasi waktu mandi hanya selama kurang lebih 3 menit dengan suhu air yang tak terlalu panas. Selalu gunakan pelembab segera setelah mandi untuk mencegah kulit jadi kering.
9. Menyemprotkan parfum di pergelangan tangan
Jika Anda mengenakan arloji atau gelang, maka wewangian akan berbaur dengan aroma dari aksesori Anda. Lebih baik, semprotkan parfum pada titik denyut nadi di leher, karena daerah ini lebih hangat dan akan membantu menyebarkan wewangian.
Sumber - Majalah Kesehatan

Perawatan Kulit

Perawatan kulit dasar
Anak-anak hanya memerlukan beberapa hari untuk meremajakan kulit mereka secara alami. Cukup membasuh dengan sabun dan melap, mereka dapat kembali bermain. Perawatan kulit pada orang dewasa menjadi lebih rumit karena kecepatan regenerasi sel kulit mulai melambat sejak usia remaja dan melambat secara drastis pada usia paruh baya.
Paparan kondisi lingkungan tertentu dapat memperburuk penuaan kulit wajah. Matahari, angin, dan zat biologis atau kimia dapat merusak penampilan kulit. Pilihan gaya hidup juga dapat merusak kulit, seperti diet yang tidak tepat dan kurang berolahraga.
Selain itu, faktor genetik dapat mengubah tingkat hormon pada kulit Anda sejalan dengan pertambahan umur. Pengaruh faktor-faktor tersebut ditambah pelambatan proses peremajaan sel kulit dapat menyebabkan kulit keriput, berubah warna, bertekstur kasar, atau pecah-pecah.
Dengan perlambatan laju peremajaan kulit, sel-sel mati terbentuk lebih banyak dan menumpuk di lapisan permukaan. Anda dapat melihat efeknya berupa gejala-gejala berikut:
  • Guratan dan keriput
  • Titik-titik hiperpigmentasi
  • Kulit kendur
  • Kapiler pecah
  • Kulit kering atau berminyak berlebihan
  • Bintil berkepala hitam atau putih
  • Kulit bernoda kotor
  • Skar jerawat
  • Bisul
  • Tekstur kasar
  • Kulit berwarna pucat
Berikut adalah beberapa langkah untuk membantu Anda melawan efek-efek penuaan tersebut:
  • Bersihkan wajah minimal dua kali sehari, dan lebih sering jika berkeringat.
  • Karena proses pengelupasan kulit alami melambat, pengelupasan dapat ditingkatkan dengan bantuan produk perawatan wajah.
  • Gunakan pelembab kulit bila kulit Anda terlalu kering.
  • Gunakan tabir surya untuk membantu mencegah hiperpigmentasi dan kerusakan kulit.
  • Bila Anda biasa menggunakan makeup, bersihkan make up ketika tidur agar memberikan kesempatan pori-pori kulit bernafas.
  • Gunakan night cream untuk mengendalikan kelembaban kulit di malam hari.
  • Gunakan eye cream untuk mengurangi kulit kerut dan lebam di sekitar mata.
  • Makan makanan yang seimbang dan kaya antioksidan. Gunakan suplemen antioksidan, bila perlu.
  • Minuman delapan gelas air setiap hari dan berolahraga tiga kali seminggu.
Perawatan kulit memerlukan kecermatan untuk memeriksa dampaknya dari waktu ke waktu. Ubahlah perawatan Anda bila tidak menghasilkan perbaikan pada kondisi kulit. Perawatan yang sesuai sangat tergantung pada kondisi kulit Anda, usia, jenis kelamin, dan kesehatan Anda secara keseluruhan

Sumber - Majalah Kesehatan

10 Tips Mencegah Kerontokan Rambut

10 Tips mencegah kerontokan rambut
Rambut adalah mahkota Anda. Tidak seorang pun merasa senang ketika rambutnya rontok. Sebagian kerontokan bersifat alami, karena proses penuaan terkait gen yang membuat sebagian rambut menghilang secara “terprogram”. Sebagian kerontokan lainnya tidak alami, karena perawatan rambut yang tidak tepat.  Sepuluh tips berikut dapat mencegah kerontokan rambut yang tidak alami:
  1. Menyisir dan menyikat rambut. Menyisir dan menyikat rambut Anda setiap hari tidak hanya merapikan dan membersihkan rambut, tetapi juga meningkatkan suplai darah sehingga mengaktifkan aktivitas sel-sel kulit kepala. Gunakan sisir dengan gigi berspasi lebar dan sikat berbulu halus.
  2. Gunakan sampo yang tepat. Pilih sampo untuk rambut kering, normal, berminyak, berketombe, dll, sesuai kondisi rambut Anda. Cuci rambut Anda setidaknya dua kali seminggu. Selalu berkeramas dengan sampo setelah berenang di laut atau kolam renang untuk menyingkirkan garam dan klorin yang dapat merusak folikel rambut. Pastikan Anda selalu membilas rambut sampai bersih setelah selesai berkeramas.
  3. Gunakan kondisioner. Penggunaan kondisioner setelah keramas mengurangi upaya yang dibutuhkan untuk menyisir rambut dan membuatnya lebih mudah diatur. Penggunaan kondisioner terutama sangat dibutuhkan bila rambut Anda kering.
  4. Keringkan rambut basah dan jangan terlalu keras menggosok rambut dengan handuk. Saat rambut basah, strukturnya lebih rapuh sehingga harus dihindari menyisir atau menyikat terlalu kuat.
  5. Variasikan gaya rambut. Jika memakai gaya rambut yang memerlukan tarikan pada rambut sebaiknya diselingi gaya rambut lebih longgar untuk menghindari tarikan konstan yang menyebabkan ketegangan folikel sehingga rambut rontok.
  6. Jaga kecukupan protein. Karena rambut terdiri dari protein (keratin), penting sekali bagi Anda untuk mengikuti diet cukup protein untuk mempertahankan produksi rambut. Protein ditemukan pada daging, ikan, unggas, telur, susu, keju, sereal, kedelai dan kacang-kacangan.
  7. Jangan terobsesi dengan masalah rambut. Jangan menyentuh atau menarik rambut terus-menerus.
  8. Seimbangkan dan stabilkan kondisi emosi Anda. Stres dapat memicu kerontokan rambut.
  9. Jangan memakai wig. Penggunaan wig harus dihindari karena membuat kulit kepala Anda tidak dapat bernapas dengan baik dan mencekik lemas folikel Anda. Jilbab, helm, atau topi tidak merusak rambut Anda seperti wig, asalkan berhati-hati saat mengenakan dan melepaskannya.
  10. Hindari sengatan matahari ke kulit kepala- dan tubuh. Kita semua tahu mengapa sengatan matahari bias berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. Sengatan matahari ke kulit kepala juga dapat menyebabkan folikel tidak mampu mempertahankan rambut karena luka bakar
          Sumber - Majalah Kesehatan
4 Jenis kerontokan rambut pada wanita
Tahukah Anda bahwa 1 dari 4 wanita mengalami kerontokan rambut? Kerontokan rambut adalah masalah yang menjadi momok bagi banyak wanita.
Rambut rontok sampai 100 helai per hari adalah normal. Rambut kepala tumbuh 3 sampai 4 tahun, lalu beristirahat selama 3 sampai 4 bulan dan kemudian tumbuh lagi sebagai rambut baru. Jika rambut Anda rontok melebihi 100 helai per hari,  Anda perlu waspada.
Jenis-jenis kerontokan rambut
Berdasarkan penyebabnya, berikut adalah 4 jenis kerontokan rambut pada wanita:
1. Alopesia androgenik
Ini merupakan jenis kehilangan rambut yang sangat umum pada wanita. Alopesia androgenik adalah kerontokan rambut pada perempuan maupun laki – laki yang terkait dengan hormon androgen dan bersifat genetis. Rambut menipis dan menghilang dalam pola yang jelas, dimulai dari atas dahi lalu meluas ke belakang. Rambut di bagian samping dan belakang kepala tetap tersisa.  Pola kerontokan rambut pada wanita berbeda dengan pola kebotakan laki-laki. Pada wanita, penipisan rambut juga menyebar di seluruh kepala, dan jarang menyebabkan kebotakan total.
Pada sebagian perempuan penipisan sudah dimulai di usia 20-an atau 30-an. Kadang-kadang, kerontokan diperburuk atau dipicu oleh gangguan keseimbangan hormon androgen pada tahap pra-menopause.
2. Alopesia difusa
Sejumlah obat-obatan berdosis tinggi, obat kanker, talium, vitamin A dan retinoid dapat menyebabkan kerontokan. Kurangnya kelenjar tiroid atau kelenjar di bawah otak, anemia, stres juga dapat menyebabkan kerontokan. Kebotakan bahkan mungkin timbul saat kehamilan. Kehilangan rambut biasanya terjadi merata di kepala (tidak terbatas di satu tempat). Secara umum, rambut akan tumbuh kembali setelah penyebabnya menghilang.
3. Alopesia areata
Ini adalah yang kerontokan yang berkaitan dengan penyakit auto-imun. Kerontokan rambut terjadi tiba-tiba di suatu tempat tertentu, baik pada kulit kepala maupun di tempat lain seperti kaki, alis, dan bulu mata. Kerontokan sering dikenali dengan bintik-bintik seperti lingkaran. Alopesia areata biasanya bersifat sementara dan rambut dapat tumbuh kembali tanpa pengobatan.
4. Degenerasi folikel
Pelurusan (rebonding), cat rambut, dan penggunaan bahan kimia lain di kulit kepala dapat berefek negatif pada folikel rambut di kulit kepala dan menyebabkan kerontokan.
Jika penyebab rambut rontok diketahui, pengobatannya menjadi lebih mudah. Namun bila penyebab yang mendasari kerontokan rambut tersebut tidak ditemukan, masalahnya bisa terus berlanjut sehingga kerontokan yang bersifat sementara dapat menjadi permanen.

Sumber - Majalah Kesehatan